Tanya-Jawab
 
Pilih Kategori:
  • Teologi
  • Musik
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Muda-mudi
  • Tentang Kami
  • Saran & Usul
  • Semua Kategori


  • Kirim Pertanyaan
    TUHAN YESUS MENJUMPAI ABRAHAM ?

    Pertanyaan:

    Sugiarto Agus S

    Shallom.

    Saya  Agus Santosa, tinggal di Surabaya. Saya bersekutu di GKI Diponegoro Surabaya

     Pertanyaan saya :

    Saya pernah mendengar kotbah seorang pendeta di sebuah stasiun radio FM Kristen di Surabaya.

    Dia mengatakan bahwa salah satu dari ketiga orang yang menjumpai Abraham (Kej 18:1) adalah Tuhan Yesus. Maka dari itu Abraham menjadi sangat bersemangat menjadi orang percaya karena dia tahu bahwa Sang Mesias akan lahir di garis keturunannya. Sehingga dia dikenal menjadi Bapa orang percaya.

    Benarkah hal ini ?  Apakah terjemahan LAI dari sapaan Abraham kepada 'ketiga orang ' tersebut dari Tuan  (My lord) menjadi TUHAN ( Jehovah ) adalah benar ?

    Mohon penjelasannya.

    Terima Kasih

    Tuhan Yesus memberkati. 

     

     

    Kategori Pertanyaan: Teologi
    Ditanyakan oleh: sugus pada: 12 Mei 2008

    Jawaban:

    Yosi RorimpandeiPertama, Peristiwa dalam Kejadian 18 memang peristiwa yang menakjubkan. Mengapa? Sebab, ketika Abraham melihat ketiga orang itu, ia menyongsong mereka kemudian ia sujud sampai ke tanah. Artinya, Abraham mengetahui bahwa ketiga orang ini bukanlah orang sembarangan.

    Tetapi, apakah ada "Yesus" di antara ketiga orang itu? Alkitab tidak menjawabnya. Alkitab hanya menjelaskan bahwa salah satu dari tiga orang itu adalah YHWH, sementara dua lainnya adalah malaikat TUHAN yang kemudian diutus untuk pergi ke Sodom dan Gomora menemui Lot (Kejadian 19).

    Dalam teologi Ibrani, kita mengenal adanya konsep teofani, dimana TUHAN menampakkan diri kepada manusia dalam berbagai rupa, misalnya dalam bentuk nyala api di semak kepada Musa atau penampakan lainnya.

    Konsep teofani ini, menurut salah satu pemikir Yahudi, yaitu Philo Yudaeus, terkait erat dengan peran Logos (Firman atau Kalam) dalam Diri TUHAN.

    Menurut Yohanes 1, Sang Logos inilah yang menciptakan segala sesuatu, tanpa Dia, tidak ada satu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan (Yohanes 1:3).

    Sang Logos ini kemudian turun (nuzul) menjadi (egeneto) daging/manusia (sarx). Dialah Yesus Sang Mesias.

    Jika, yang dimaksud oleh pendeta itu adalah seperti pemikiran tersebut di atas, maka pemikiran pendeta itu dapat diterima.

    Kedua, soal sapaan "Tuanku" oleh Abraham dalam Kejadian 18:3. Menurut naskah Ibrani Masoret, kata yang digunakan di situ adalah kata "adonai"

    Sebutan ini digunakan khusus untuk memanggil TUHAN.

    Tanggapan Anda:

    Kirim Tanggapan


    Devy Tangkasiangtangkasiang (17 Jan 2009):

    Shalom

    Ikut nimbrung nih. Abraham adalah Bapa orang beriman. Tidak mungkin seorang anak Terah (Abraham anak Terah orang yang percaya kepada dewa ) percaya kepada TUHAN yang esa kalau tidak iman yang kuat dan tentu saja 'MENGALAMI' sendiri. Menuru saya Abraham memang bertemu dengan Yesus (Kej 14:17-20). Yesus diceritakan sebagai Imam (Ibrani 7:1-3) Saya kutip Ibr 7:17 :"Sebab tentang Dia(Yesus) diberi kesaksian: "Engkau(Yesus) adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek". Dan Ingat  Yesus sudah ada sebelum Abraham (Yohanes 18:58). Timbul pertangaan: Kenapa nama Yesus muncul baru di Perjanjian Baru? Jawabnya: Karena waktu itulah Waktu Tuhan. Sebelumnya masih belum waktunya. Jadi apa yang dikatakan oleh Hamba Tuhan tsb tepat! Baca Alkitab sampai habis, saran saya, minta Tuhan untuk membuat kita mengalami berjumpa dengan Tuhan secara pribadi, Maka kita akan mengalami janji-janji Tuhan di Alkitab tergenapi. Jangan coba pahami. Nikmati saja. Tuhan Yesus memberkati. Amen 


    habelhabel (15 Des 2008):

    Dalam pandangan saya, pertemuan tersebut adalah pertemuan biasa saja (pertemuan wujud dengan wujud sesama manusia), seperti kita kedatangan tamu. Menjadi hal yang luar biasa, karena Abraham memang dipilih untuk mendapat kemurahan dari Tuhan untuk bersikap sampai sejauh itu. (melakukan segala sesuatu untuk Tuhan) ....jelas ini cermin hati koq.

     Sama seperti ketika orang majus datang ke kandang bethlehem, yang dilihatketika itu sama seperti kita melihat seorang bayi misalnya.

     Hanya saja takarannya menjadi berbeda, ketika kita melihat seorang bayi, kita lebih bersandar kepada apa yang sedang kita pikirkan. Sementara Abraham dan orang2 majus adalah orang2 kaya yang merasa tidak layak karena mendapat kemurahan untuk percaya kepada apa yang Tuhan pikirkan dan perbuat kepada mereka sekalipun masih dalam bentuk tanda2.

     Sebenarnya kisah itu tamparan untuk kita semua betapa kristen sebagian besar, jangankan dari ukuran Yesus, dari Imannya Abraham saja dalam hal memperlakukan sesama manusia (orang asing), mungkin oleh Tuhan Kristen  sudah banyak dianggap ketinggalan.

    Ibrani 4:1

    Ibrani 2:1

    Salam


    << sebelumnya | berikutnya >>
    total: 2 data

    SILAKAN LOGIN UNTUK BISA MEMBERIKAN KOMENTAR

     
    LOGIN: Username/Email: Password:
    Jika Anda memiliki masalah, silakan hubungi salah satu admin kami yang online:
    mi_anokhi Kirim pesan oyr79 Kirim pesan varry Kirim pesan