Penciptaan tumbuhan juga termasuk unik dibanding penciptaan-penciptaan
sebelumnya, sebab penciptaan tumbuhan merupakan suatu bentuk narasi yang
sistematis, yang diawali dengan perintah Elohim.
1:11 "Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda,
tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan
buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian"
(TB LAI)
Teks Ibrani untuk ayat ini berbunyi, "wayyomer Elohim tadeshe ha'arets
deshe 'esev mazeri'a zera' 'ets peri 'ose peri lemino asher zar'o-vo
'al-ha'arets wayehi-khen." Ayat ini memunculkan beragam terjemahan.
Wayyomer Elohim...
"dan Elohim berfirman" Ini adalah bentuk yang khas dalam proses
penciptaan. Pada penciptaan-penciptaan sebelumnya, bentuk ini juga sudah muncul
dan akan terus muncul dalam bagian-bagian lain dalam Tanakh (Perjanjian
Lama). Penjelasan mengenai hal ini silakan membaca artikel-artikel sebelumnya mengenai penciptaan dengan kata-kata.
Tadeshe ha'arets deshe
Kata tadeshe menggunakan bentuk perintah imperfek dari kata dasha
dalam Bahasa Ibrani. Artinya, kata tadeshe menegaskan bahwa kalimat ini
masih bersifat perintah yang belum dilaksanakan atau baru akan terjadi. Biasanya
LAI menerjemahkan bentuk seperti ini dengan menambahkan kata "hendaklah."
Kata dasha sendiri, sebagai akar dari kata tadeshe, memiliki
arti "bertunas" atau "bertumbuh." Kata ini juga yang menjadi akar dari kata
deshe dalam kalimat ini. Kata deshe berarti "tunas." Dalam kalimat
ini, kata deshe berbentuk tunggal, tetapi LAI menerjemahkannya dalam
bentuk jamak "tunas-tunas muda". Penambahan kata "muda" merupakan suatu bentuk
pemborosan bahasa, sebab yang namanya tunas sudah tentu masih muda.
Menerjemahkan kata "tunas" di sini cukup bermasalah. Umumnya terjemahan
Inggris menerjemahkan kata deshe dengan kata "rumput-rumputan," sebab
dalam banyak bagian PL, kata ini memang diterjemahkan "rumput" oleh LAI. Tetapi,
pengertian ini agak sulit untuk dipahami dalam konteks keseluruhan ayat ini.
Saya lebih sependapat dengan terjemahan Jewish Study Bible (JSB), yang
menerjemahkan kata deshe di sini dengan kata "tumbuhan." Namun, akan
lebih baik lagi jika diterjemahkan "tumbuhan muda," sebab kata deshe
lebih menunjuk pada tumbuhan yang baru saja tumbuh. Dengan demikian, kalimat ini
lebih baik diterjemahkan "erets tumbuhkanlah tumbuhan muda" atau dengan
mengikuti cara LAI memperlakukan bentuk perintah imperfek bisa juga diartikan
"hendaklah erets menumbuhkan tumbuhan muda."
Penggunaan kata erets di sini sangatlah menarik. Kata ini diberi
awalan atau kata sandang tertentu (ha-) untuk menunjukkan bahwa erets
yang dimaksud di sini adalah erets yang disebutkan sejak Kejadian
1:1.
Memang kata erets memiliki pengertian yang luas. Kata ini bisa
diartikan "tanah; bumi; daratan; negeri; atau wilayah teritorial" Dalam konsep
teologi Yudaisme, erets adalah tubuh dari alam semesta, sementara
shamayim adalah kepalanya. Karena itu, kata erets hendaknya dipahami
dalam maknanya yang khusus itu, yaitu tubuh alam semesta atau dunia dimana
mahluk hidup tinggal.
'Esev mazeri'a zera'
Ada perubahan bentuk kalimat di sini. Kalimat sebelumnya menggunakan kata
perintah imperfek, sedangkan kalimat ini hanya terdiri dari kata benda dan kata
kerja partisif atau kata sifat yang dibentuk dari kata kerja.
Kata 'esev dalam Bahasa Ibrani berakar dari kata kerja 'esev
yang artinya "menjadi hijau." Dalam bentuk kata benda, seperti dalam kalimat
ini, kata ini dapat diartikan segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berdaun hijau.
Kata mazeri'a dan kata zera' berakar dari kata yang sama, yaitu
kata zara' yang artinya "menaburkan benih atau biji." Kata mazeri'a
adalah kata sifat yang dibentuk dari kata kerja zara', sehingga kata
mazeri'a dapat diartikan "bersifat benih atau biji-bijian." Artinya,
'esev di sini adalah tumbuhan hijau yang dapat dikembangbiakkan melalui
benih atau biji.
Kata zera' adalah kata benda yang berarti "benih" atau "biji."
Kombinasi antara kata mazeri'a dan zera' cukup sulit untuk
diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Jika dikenakan pada kata 'esev, maka
kira-kira dapat diartikan "tumbuhan hijau yang berbiji" sebagaimana terjemahan
LAI.
'Ets peri 'ose peri
Bentuk kalimat ini sama dengan kalimat sebelumnya ('esev mazeri'a zera').
Perbedaannya, kata sifat yang digunakan di sini tidak berakar dengan kata yang
sama dengan kata bendanya. Kata sifat 'ose berasal dari kata kerja
'asa, yang menunjukkan segala pekerjaan yang menghasilkan, misalnya:
membuat, melakukan, menghasilkan, melahirkan, berkarya, dan sebagainya. Dalam
kalimat ini mungkin lebih tepat diartikan "berbuah." Jadi, 'ets peri 'ose
peri secara sederhana dapat diartikan "pohon buah" atau "tumbuhan yang
menghasilkan buah."
Banyak penafsir mengatakan bahwa P menyebutkan tiga jenis tumbuhan dalam ayat
ini, yaitu: deshe, 'esev mazeri'a zera', dan 'ets peri 'ose
peri. Namun, dengan adanya perbedaan bentuk kalimat antara ketiganya, maka
sulit untuk membenarkan tafsiran itu.
Saya sependapat dengan Westermann yang mengatakan bahwa ayat ini hanya
menyebutkan dua jenis tumbuhan: tumbuhan berbiji ('esev mazeri'a zera')
dan tumbuhan berbuah ('ets peri 'ose peri). Karenanya, Saya lebih
menyarankan agar bagian ini diterjemahkan "'erets tumbuhkanlah tumbuhan:
tumbuhan berbiji dan tumbuhan berbuah" atau "'erets tumbuhkanlah
tumbuhan, yaitu tumbuhan berbiji dan tumbuhan berbuah."
Kata 'erets sebaiknya dipertahankan apa adanya karena pertimbangan
bahwa kata ini memiliki begitu banyak arti. LAI sendiri nampak tidak konsisten
dalam menerjemahkan kata 'erets pada pasal 1 ini. Pada ayat 1
diterjemahkan "bumi", pada ayat 10 diterjemahkan "darat", sedangkan pada ayat
ini diterjemahkan "tanah."
Bagi pembaca yang tidak pernah bersentuhan dengan teks Ibrani, tentu akan
berpikir bahwa bumi, darat, dan tanah adalah tiga hal yang berbeda dalam
Kejadian 1 ini, padahal ketiganya menggunakan kata yang sama.
Lemino
Kata lemino berfungsi untuk menerangkan kalimat 'ets peri 'ose peri.
Kata ini berakar dari kata min yang artinya "jenis" atau "spesies."
Tetapi, ini bukan akar kata yang sesungguhnya, sebab akar kata min sulit
dilacak dan tidak lazim digunakan dalam PL. Menurut King James Concordance
(KJC), kata ini hanya muncul sebanyak 30 kali dalam keseluruhan PL.
Kata depan le- di sini dapat diartikan "menurut" atau "berdasarkan."
Jadi, kata lemino berarti "menurut jenisnya" atau "menurut spesiesnya."
Dengan demikian, ketika digabungkan dengan kalimat 'ets peri 'ose peri
dapat berarti "tumbuhan berbuah menurut jenisnya" atau "tumbuhan berbuah menurut
spesiesnya." Maksudnya, bukan hanya satu jenis buah, tetapi semua jenis
buah-buahan.
Asher zar'o-vo
Dalam Bahasa Ibrani, kata asher memiliki banyak arti. Secara umum,
kata ini berfungsi sebagai partisif relatif untuk setiap jenis kelamin dan
jumlah, serta berfungsi sebagai kata sambung. LAI menerjemahkannya dengan kata
"yang." KJV menerjemahkan dengan kata "whose", yang merupakan kata ganti
milik yang berfungsi sebagai kata sifat. Jewish Publication Society (JPS)
menerjemahkannya "wherein" yang dapat berfungsi sebagai kata penghubung,
bisa juga sebagai keterangan. JSB menerjemahkan dengan kata depan "with."
Kata zar'o-vo berakar dari kata zara' (sudah dijelaskan di
atas) yang kemudian digabungkan dengan kata bo, yang merupakan perubahan
bentuk dari kata depan (preposisi) be-. Biasanya, jika diletakkan sesudah
kata kerja, seperti pada kalimat ini, maka, kata be- tidak lagi
diterjemahkan.
Jadi, frase asher zar'o-vo di sini berfungsi untuk menerangkan kalimat
'ets peri 'ose peri lemino (tumbuhan berbuah menurut jenisnya), sehingga
kalimat utuhnya menjadi 'ets peri 'ose peri lemino asher zar'o-vo, yang
dapat diterjemahkan "tumbuhan berbuah menurut jenisnya, yang berbiji" atau
mungkin lebih baik diterjemahkan "tumbuhan buah-buahan berbiji, menurut
jenisnya."
'Al-ha'arets
Kata depan 'al- yang mendahului kata ha'arets berarti "di
atas", "di permukaan", "pada", "di", "untuk", dan berbagai pengertian lainnya.
Dalam konteks ayat ini bisa saja diartikan "di" atau "di atas."
Kata erets pada bagian ini diterjemahkan bumi oleh LAI, sekali lagi
suatu bentuk ketidakkonsistenan dalam penerjemahan. Dalam satu ayat yang sama
terdapat dua perbedaan terjemahan terhadap satu kata.
Kata 'al-ha'arets dalam terjemahan LAI diterjemahkan "supaya ada
tumbuh-tumbuhan di bumi." Ini merupakan bentuk terjemahan bebas menurut makna
yang ada. Artinya, menurut terjemahan LAI, Elohim menciptakan tumbuhan
supaya ada tumbuhan di bumi. Menurut Saya, terjemahan ini terlalu membatasi
maksud penciptaan tumbuh-tumbuhan itu sendiri. Mengapa? Saya akan membahasnya
dalam artikel berikut.
Kata 'al-ha'arets sebaiknya diterjemahkan "di atas erets."
Erets bisa saja tanah, negeri, bumi, atau wilayah. Pentingnya menggunakan
kata "atas" atau bisa juga "permukaan" di sini sekedar untuk menegaskan kata
depan 'al-.
Wayehi–khen
Kata wayehi-khen berasal dari tiga kata, yaitu: kata penghubung wa-,
kata kerja bantu yehi, dan kata keterangan khen. Kata penghubung
wa- biasanya diartikan "dan", meskipun dalam kasus-kasus tertentu kata
ini tidak diterjemahkan untuk menyesuaikan dengan tata bahasa Indonesia.
Kata kerja bantu yehi berakar dari kata haya "menjadi; ada;
hadir." Bentuk yehi untuk menerangkan bahwa hal itu terjadi seperti
difirmankan Elohim. Hal ini dipertegas dengan kata keterangan khen
yang bisa diartikan "demikian." Jadi, wayehi-khen bisa diartikan "dan
jadilah demikian" atau "dan demikianlah adanya."
Akhirnya, dari keseluruhan penjelasan di atas, maka keseluruhan ayat 11 ini
lebih baik diterjemahkan "Dan Elohim berfirman, 'Hendaklah erets
menumbuhkan tumbuhan muda: tumbuhan biji-bijian dan tumbuhan buah-buahan berbiji
menurut jenisnya, di atas erets!' Dan jadilah demikian."
Kavod Lekha YHWH Elohenu! Kavod Lekha! [oyr79].
ke atas