Artikel
 
Pilih Kategori:
Google

  • Biblika
  • Dari Anda
  • Eksplorasi Alkitab
  • Ensiklopedi Teologi
  • Episcopal Messages
  • Info
  • Kesehatan
  • Khotbah...
  • Midrash
  • Tajuk
  • Semua Artikel
  • Tumbuh-tumbuhan (1)
    Kejadian 1:11

    Dibaca sebanyak: 1308 kali | | kirim ke teman

    Oleh: Yosi Rorimpandei
    Beri nilai artikel ini: bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)

    Tumbuhan adalah mahluk hidup pertama yang diciptakan Elohim. Dalam ilmu pengetahuan modern, tumbuhan pun menjadi yang pertama dalam rantai makanan, dimana tumbuhan berperan sebagai produsen.
    baca lanjutan


    Penciptaan tumbuhan juga termasuk unik dibanding penciptaan-penciptaan sebelumnya, sebab penciptaan tumbuhan merupakan suatu bentuk narasi yang sistematis, yang diawali dengan perintah Elohim.

    1:11 "Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian" (TB LAI)

    Teks Ibrani untuk ayat ini berbunyi, "wayyomer Elohim tadeshe ha'arets deshe 'esev mazeri'a zera' 'ets peri 'ose peri lemino asher zar'o-vo 'al-ha'arets wayehi-khen." Ayat ini memunculkan beragam terjemahan.

    Wayyomer Elohim...

    "dan Elohim berfirman" Ini adalah bentuk yang khas dalam proses penciptaan. Pada penciptaan-penciptaan sebelumnya, bentuk ini juga sudah muncul dan akan terus muncul dalam bagian-bagian lain dalam Tanakh (Perjanjian Lama). Penjelasan mengenai hal ini silakan membaca artikel-artikel sebelumnya mengenai penciptaan dengan kata-kata.

    Tadeshe ha'arets deshe

    Kata tadeshe menggunakan bentuk perintah imperfek dari kata dasha dalam Bahasa Ibrani. Artinya, kata tadeshe menegaskan bahwa kalimat ini masih bersifat perintah yang belum dilaksanakan atau baru akan terjadi. Biasanya LAI menerjemahkan bentuk seperti ini dengan menambahkan kata "hendaklah."

    Kata dasha sendiri, sebagai akar dari kata tadeshe, memiliki arti "bertunas" atau "bertumbuh." Kata ini juga yang menjadi akar dari kata deshe dalam kalimat ini. Kata deshe berarti "tunas." Dalam kalimat ini, kata deshe berbentuk tunggal, tetapi LAI menerjemahkannya dalam bentuk jamak "tunas-tunas muda". Penambahan kata "muda" merupakan suatu bentuk pemborosan bahasa, sebab yang namanya tunas sudah tentu masih muda.

    Menerjemahkan kata "tunas" di sini cukup bermasalah. Umumnya terjemahan Inggris menerjemahkan kata deshe dengan kata "rumput-rumputan," sebab dalam banyak bagian PL, kata ini memang diterjemahkan "rumput" oleh LAI. Tetapi, pengertian ini agak sulit untuk dipahami dalam konteks keseluruhan ayat ini.

    Saya lebih sependapat dengan terjemahan Jewish Study Bible (JSB), yang menerjemahkan kata deshe di sini dengan kata "tumbuhan." Namun, akan lebih baik lagi jika diterjemahkan "tumbuhan muda," sebab kata deshe lebih menunjuk pada tumbuhan yang baru saja tumbuh. Dengan demikian, kalimat ini lebih baik diterjemahkan "erets tumbuhkanlah tumbuhan muda" atau dengan mengikuti cara LAI memperlakukan bentuk perintah imperfek bisa juga diartikan "hendaklah erets menumbuhkan tumbuhan muda."

    Penggunaan kata erets di sini sangatlah menarik. Kata ini diberi awalan atau kata sandang tertentu (ha-) untuk menunjukkan bahwa erets yang dimaksud di sini adalah erets yang disebutkan sejak Kejadian 1:1.

    Memang kata erets memiliki pengertian yang luas. Kata ini bisa diartikan "tanah; bumi; daratan; negeri; atau wilayah teritorial" Dalam konsep teologi Yudaisme, erets adalah tubuh dari alam semesta, sementara shamayim adalah kepalanya. Karena itu, kata erets hendaknya dipahami dalam maknanya yang khusus itu, yaitu tubuh alam semesta atau dunia dimana mahluk hidup tinggal.

    'Esev mazeri'a zera'

    Ada perubahan bentuk kalimat di sini. Kalimat sebelumnya menggunakan kata perintah imperfek, sedangkan kalimat ini hanya terdiri dari kata benda dan kata kerja partisif atau kata sifat yang dibentuk dari kata kerja.

    Kata 'esev dalam Bahasa Ibrani berakar dari kata kerja 'esev yang artinya "menjadi hijau." Dalam bentuk kata benda, seperti dalam kalimat ini, kata ini dapat diartikan segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berdaun hijau.

    Kata mazeri'a dan kata zera' berakar dari kata yang sama, yaitu kata zara' yang artinya "menaburkan benih atau biji." Kata mazeri'a adalah kata sifat yang dibentuk dari kata kerja zara', sehingga kata mazeri'a dapat diartikan "bersifat benih atau biji-bijian." Artinya, 'esev di sini adalah tumbuhan hijau yang dapat dikembangbiakkan melalui benih atau biji.

    Kata zera' adalah kata benda yang berarti "benih" atau "biji." Kombinasi antara kata mazeri'a dan zera' cukup sulit untuk diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Jika dikenakan pada kata 'esev, maka kira-kira dapat diartikan "tumbuhan hijau yang berbiji" sebagaimana terjemahan LAI.

    'Ets peri 'ose peri

    Bentuk kalimat ini sama dengan kalimat sebelumnya ('esev mazeri'a zera'). Perbedaannya, kata sifat yang digunakan di sini tidak berakar dengan kata yang sama dengan kata bendanya. Kata sifat 'ose berasal dari kata kerja 'asa, yang menunjukkan segala pekerjaan yang menghasilkan, misalnya: membuat, melakukan, menghasilkan, melahirkan, berkarya, dan sebagainya. Dalam kalimat ini mungkin lebih tepat diartikan "berbuah." Jadi, 'ets peri 'ose peri secara sederhana dapat diartikan "pohon buah" atau "tumbuhan yang menghasilkan buah."

    Banyak penafsir mengatakan bahwa P menyebutkan tiga jenis tumbuhan dalam ayat ini, yaitu: deshe, 'esev mazeri'a zera', dan 'ets peri 'ose peri. Namun, dengan adanya perbedaan bentuk kalimat antara ketiganya, maka sulit untuk membenarkan tafsiran itu.

    Saya sependapat dengan Westermann yang mengatakan bahwa ayat ini hanya menyebutkan dua jenis tumbuhan: tumbuhan berbiji ('esev mazeri'a zera') dan tumbuhan berbuah ('ets peri 'ose peri). Karenanya, Saya lebih menyarankan agar bagian ini diterjemahkan "'erets tumbuhkanlah tumbuhan: tumbuhan berbiji dan tumbuhan berbuah" atau "'erets tumbuhkanlah tumbuhan, yaitu tumbuhan berbiji dan tumbuhan berbuah."

    Kata 'erets sebaiknya dipertahankan apa adanya karena pertimbangan bahwa kata ini memiliki begitu banyak arti. LAI sendiri nampak tidak konsisten dalam menerjemahkan kata 'erets pada pasal 1 ini. Pada ayat 1 diterjemahkan "bumi", pada ayat 10 diterjemahkan "darat", sedangkan pada ayat ini diterjemahkan "tanah."

    Bagi pembaca yang tidak pernah bersentuhan dengan teks Ibrani, tentu akan berpikir bahwa bumi, darat, dan tanah adalah tiga hal yang berbeda dalam Kejadian 1 ini, padahal ketiganya menggunakan kata yang sama.

    Lemino

    Kata lemino berfungsi untuk menerangkan kalimat 'ets peri 'ose peri. Kata ini berakar dari kata min yang artinya "jenis" atau "spesies." Tetapi, ini bukan akar kata yang sesungguhnya, sebab akar kata min sulit dilacak dan tidak lazim digunakan dalam PL. Menurut King James Concordance (KJC), kata ini hanya muncul sebanyak 30 kali dalam keseluruhan PL.

    Kata depan le- di sini dapat diartikan "menurut" atau "berdasarkan." Jadi, kata lemino berarti "menurut jenisnya" atau "menurut spesiesnya." Dengan demikian, ketika digabungkan dengan kalimat 'ets peri 'ose peri dapat berarti "tumbuhan berbuah menurut jenisnya" atau "tumbuhan berbuah menurut spesiesnya." Maksudnya, bukan hanya satu jenis buah, tetapi semua jenis buah-buahan.

    Asher zar'o-vo

    Dalam Bahasa Ibrani, kata asher memiliki banyak arti. Secara umum, kata ini berfungsi sebagai partisif relatif untuk setiap jenis kelamin dan jumlah, serta berfungsi sebagai kata sambung. LAI menerjemahkannya dengan kata "yang." KJV menerjemahkan dengan kata "whose", yang merupakan kata ganti milik yang berfungsi sebagai kata sifat. Jewish Publication Society (JPS) menerjemahkannya "wherein" yang dapat berfungsi sebagai kata penghubung, bisa juga sebagai keterangan. JSB menerjemahkan dengan kata depan "with."

    Kata zar'o-vo berakar dari kata zara' (sudah dijelaskan di atas) yang kemudian digabungkan dengan kata bo, yang merupakan perubahan bentuk dari kata depan (preposisi) be-. Biasanya, jika diletakkan sesudah kata kerja, seperti pada kalimat ini, maka, kata be- tidak lagi diterjemahkan.

    Jadi, frase asher zar'o-vo di sini berfungsi untuk menerangkan kalimat 'ets peri 'ose peri lemino (tumbuhan berbuah menurut jenisnya), sehingga kalimat utuhnya menjadi 'ets peri 'ose peri lemino asher zar'o-vo, yang dapat diterjemahkan "tumbuhan berbuah menurut jenisnya, yang berbiji" atau mungkin lebih baik diterjemahkan "tumbuhan buah-buahan berbiji, menurut jenisnya."

    'Al-ha'arets

    Kata depan 'al- yang mendahului kata ha'arets berarti "di atas", "di permukaan", "pada", "di", "untuk", dan berbagai pengertian lainnya. Dalam konteks ayat ini bisa saja diartikan "di" atau "di atas."

    Kata erets pada bagian ini diterjemahkan bumi oleh LAI, sekali lagi suatu bentuk ketidakkonsistenan dalam penerjemahan. Dalam satu ayat yang sama terdapat dua perbedaan terjemahan terhadap satu kata.

    Kata 'al-ha'arets dalam terjemahan LAI diterjemahkan "supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Ini merupakan bentuk terjemahan bebas menurut makna yang ada. Artinya, menurut terjemahan LAI, Elohim menciptakan tumbuhan supaya ada tumbuhan di bumi. Menurut Saya, terjemahan ini terlalu membatasi maksud penciptaan tumbuh-tumbuhan itu sendiri. Mengapa? Saya akan membahasnya dalam artikel berikut.

    Kata 'al-ha'arets sebaiknya diterjemahkan "di atas erets." Erets bisa saja tanah, negeri, bumi, atau wilayah. Pentingnya menggunakan kata "atas" atau bisa juga "permukaan" di sini sekedar untuk menegaskan kata depan 'al-.

    Wayehi–khen

    Kata wayehi-khen berasal dari tiga kata, yaitu: kata penghubung wa-, kata kerja bantu yehi, dan kata keterangan khen. Kata penghubung wa- biasanya diartikan "dan", meskipun dalam kasus-kasus tertentu kata ini tidak diterjemahkan untuk menyesuaikan dengan tata bahasa Indonesia.

    Kata kerja bantu yehi berakar dari kata haya "menjadi; ada; hadir." Bentuk yehi untuk menerangkan bahwa hal itu terjadi seperti difirmankan Elohim. Hal ini dipertegas dengan kata keterangan khen yang bisa diartikan "demikian." Jadi, wayehi-khen bisa diartikan "dan jadilah demikian" atau "dan demikianlah adanya."

    Akhirnya, dari keseluruhan penjelasan di atas, maka keseluruhan ayat 11 ini lebih baik diterjemahkan "Dan Elohim berfirman, 'Hendaklah erets menumbuhkan tumbuhan muda: tumbuhan biji-bijian dan tumbuhan buah-buahan berbiji menurut jenisnya, di atas erets!' Dan jadilah demikian."

    Kavod Lekha YHWH Elohenu! Kavod Lekha! [oyr79].


    ke atas
    Masukkan Username/Email dan Password Anda
    untuk login ke situs ini

    Username/Email:

    Password:

    Daftar | Lupa password

    Shalom 38.107.191.101!

    Jika Anda merasa bahwa artikel ini penting untuk dibagikan ke teman Anda, silakan kirim ke teman Anda

    Atau beri nilai artikel ini:
    bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)
    Kategori Artikel: Eksplorasi Alkitab
    Dimasukkan pada: 22 Feb 2007 oleh: oyr79
    Terakhir dimodifikasi pada: 24 Okt 2007

    Tanggapan Pembaca:

    Kirim Tanggapan

    Belum ada tanggapan...

    SILAKAN LOGIN UNTUK BISA MEMBERIKAN KOMENTAR


    << sebelumnya | berikutnya >>
    total: 0 data

     
    LOGIN: Username/Email: Password:
    Jika Anda memiliki masalah, silakan hubungi salah satu admin kami yang online:
    mi_anokhi Kirim pesan oyr79 Kirim pesan varry Kirim pesan