Artikel
 
Pilih Kategori:
Google

  • Biblika
  • Dari Anda
  • Eksplorasi Alkitab
  • Ensiklopedi Teologi
  • Episcopal Messages
  • Info
  • Kesehatan
  • Khotbah...
  • Midrash
  • Tajuk
  • Semua Artikel
  • Pencerdasan dan Kebodohan

    Dibaca sebanyak: 415 kali | | kirim ke teman

    Oleh: JRC
    Beri nilai artikel ini: bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)

    “Gara-gara berpose dengan swimsuit dalam ajang Miss Universe 2006 di Los Angeles, California, Nadine Chandrawinata diadukan oleh Front Pembela Islam (FPI) ke Polda Metro Jaya. Namun, menurut kabar yang beredar, kejengkelan FPI bukan semata karena pose-pose Nadine, melainkan karena keakrabannya dengan Anastacia Entin, Miss Israel, yang juga tengah mengikuti ajang Miss Universe tersebut.
    baca lanjutan


    Akibat ulah FPI itu, sejumlah warga di kota Bersehati, Manado, menjadi geram. Mereka memrotes tindakan FPI yang dianggap terlalu berlebihan itu. Bukan hanya itu, sebagai bentuk protes mereka, mereka mengumandangkan isu mendukung serangan Israel atas Hamas di Palestina dan Hizbullah di Libanon. Mereka bahkan menganggap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) terlalu bersikap kompromi saat mengutuk agresi militer Israel itu.”

    Lima peristiwa yang terjadi di empat lokasi yang berbeda (Los Angeles-Jakarta-Manado-Timur Tengah) itu dalam sekejap menjadi satu rangkaian narasi yang saling terkait. Suatu hal yang dulunya sulit untuk terjadi.

    Inilah dampak dari globalisasi dan modernisasi yang tengah memengaruhi dunia secara global. Batas geografis antar bangsa semakin kabur, sehingga setiap peristiwa di belahan bumi ini bisa dengan mudah menjadi bahan perbincangan sampai ke kedai-kedai kopi malam di sudut kota Jakarta.

    Globalisasi dan modernisasi pun ikut memberi andil pada ranah agama. Tampilan radikal dan fundamental dari suatu agama-langsung maupun tidak langsung-telah memancing ‘keinginan’ gerakan lain untuk meng-counter-nya, bahkan suatu ketika, bisa jadi akan lebih radikal. Bedanya, yang satu nampak menonjol dan yang lain belum. Atau bisa jadi ‘perlawanan’-nya dimanifestasikan pada bentuk dan gerakan lain, tetapi sama-sama pada titik ekstrim.

    Semaraknya keberagamaan bercorak ‘liberal’ dan ‘esoteris’ (pengolahan kedalaman batin) dapat dilihat sebagai reaksi ‘perlawanan’ atau counter dua arah dari fenomena radikalisasi agama belakangan ini.

    Keduanya memang tak perlu dipandang dikotomis. Justu momen ini dapat menjadi refleksi serius bagi umat beragama, apa sebenarnya esensi peran dan fungsi sebuah agama bagi manusia.

    Dalam sebuah Midrash Ibrani dikatakan bahwa manusia dibekali dua potensi dasar yang di dalamnya manusia diberi kebebasan untuk “menjadi”, yaitu: potensi “binatang” dan “malaikat”.

    Potensi yang pertama memungkinkan manusia untuk bertindak liar tanpa terkendali, sementara potensi yang kedua menjadikan dirinya sebagai mahluk YHWH yang taat kepada Sang Pencipta.

    Agama, hadir ke tengah-tengah manusia sebagai media ‘stabilisator’ agar manusia tetap dalam kemanusiaannya, tidak terjebak pada salah satunya. Sebab, dalam Midrash itu dikatakan, bahwa YHWH menghendaki manusia sebagai mahluk yang bebas tetapi sanggup mengendalikan dirinya dalam kebebasannya.

    Karenanya, jika agama justru tampil menjadi fasilitator atau inspirator bagi kekerasan dan kejahatan pemeluknya terhadap sesamanya, saat itulah agama telah ikut menebar potensi ‘binatang’ pada manusia dan telah kehilangan pesan dasarnya. Sama halnya jika agama hanya dijadikan ‘alat transportasi’ kesalehan/kekudusan pribadi demi hidup setelah mati, mengabaikan peduli dan apreasiasi aktif pada hidup hari ini, maka agama telah menebar potensi ‘malaikat’ pada pemeluknya.

    Jika demikian, manusia tak akan pernah bisa melebihi keduanya, padahal kodrat manusia oleh YHWH dicipta sempurna dengan menambahkan padanya kelebihan; akal pikiran dan nafsu. Dengan modal ini manusia memiliki ambisi dan kemampuan untuk selalu lebih baik, dan-yang paling penting-manusia mampu membedakan antara kebaikan dan keburukan, pencerdasan dan kebodohan! [JRC]


    ke atas
    Masukkan Username/Email dan Password Anda
    untuk login ke situs ini

    Username/Email:

    Password:

    Daftar | Lupa password

    Shalom 38.107.191.100!

    Jika Anda merasa bahwa artikel ini penting untuk dibagikan ke teman Anda, silakan kirim ke teman Anda

    Atau beri nilai artikel ini:
    bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)
    Kategori Artikel: Tajuk
    Dimasukkan pada: 01 Ags 2006 oleh: oyr79
    Terakhir dimodifikasi pada: 01 Ags 2006

    Tanggapan Pembaca:

    Kirim Tanggapan

    Belum ada tanggapan...

    SILAKAN LOGIN UNTUK BISA MEMBERIKAN KOMENTAR


    << sebelumnya | berikutnya >>
    total: 0 data

     
    LOGIN: Username/Email: Password:
    Jika Anda memiliki masalah, silakan hubungi salah satu admin kami yang online:
    mi_anokhi Kirim pesan oyr79 Kirim pesan varry Kirim pesan