Artikel
 
Pilih Kategori:
Google

  • Biblika
  • Dari Anda
  • Eksplorasi Alkitab
  • Ensiklopedi Teologi
  • Episcopal Messages
  • Info
  • Kesehatan
  • Khotbah...
  • Midrash
  • Tajuk
  • Semua Artikel
  • Derita Tak Kunjung Usai...

    Dibaca sebanyak: 316 kali | | kirim ke teman

    Oleh: JRI
    Beri nilai artikel ini: bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)

    Belum lama tangis musibah tsunami mengering, tregedi kemanusiaan, seperti tak mau berhenti, silih berganti menghantam negeri ini. Berbagai tindak kriminal, penyakit, hingga bencana alam mewarnai langkah awal kita di tahun 2006 ini. Padahal, pada saat yang sama, kita sedang dituntut untuk bekerja keras membangun kembali negeri ini dari keterpurukan ekonomi serta perbaikan moral bangsa.
    baca lanjutan


    Hampir setiap hari, media massa begitu bersemangat memberitakan tentang perampokan, kekerasan, penganiayaan, hingga pembunuhan sadis. Sebuah laporan yang dirilis oleh Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menyebutkan bahwa pada tahun 2005 terdapat 736 kasus kekerasan terhadap anak, meningkat dari 441 kasus pada tahun 2004. Artinya, rata-rata dalam sehari terdapat dua orang anak yang mendapatkan perlakuan tidak wajar. Data ini belum termasuk yang tidak dilaporkan kepada Komnas Perlindungan Anak.

    Banyaknya tindak kriminal di negeri kita, membuat stasiun-stasiun televisi tidak pernah kehabisan berita dalam setiap segmen berita kriminalnya. Ditambah lagi dengan aksi-aksi terorisme, mulai dari ancaman via surat kaleng dan telepon hingga bom bunuh diri.

    Sementara itu, lepra, polio, kaki gajah, busung lapar, demam berdarah, anthrax, hingga flu burung ikut-ikutan meneror negeri ini. Penyakit-penyakit yang tak pandang bulu ini seperti tak ingin kalah dengan gosip-gosip kawin-cerai kalangan selebritis dalam deretan pemberitaan media massa.

    Tidak hanya itu, alam pun enggan bersahabat dengan kita. Hujan deras berkepanjangan yang disertai angin kencang memporak-porandakan rumah warga di berbagai wilayah di negeri ini. Di tempat lain, banjir bandang dan tanah longsor mengubur puluhan warga di rumahnya sendiri. Ada apa dengan negeri ini?

    Negeri yang kaya akan hasil alam ini betul-betul dalam keadaan tidak harmonis. Tidak harmonis antara pemerintah dengan rakyat, alam dengan rakyat, bahkan rakyat dengan rakyat. Lihat saja betapa “tega”-nya warga menghancurkan kantor pemerintahan yang dibangun dari pajaknya sendiri! Lihat juga betapa “buas”-nya mahasiswa yang “intelek” itu menghancurkan kampus tempat ia menimba ilmu!

    Lihatlah... kelompok-kelompok masyarakat yang dengan “ganas”-nya menutup paksa bahkan menghancurkan tempat-tempat peribadatan masyarakat lain hanya karena label “sesat” yang ditempelkan oleh para ulamanya! Lihatlah... para pengusaha kecil dengan “santai”-nya menjual bakso, yang daging sapinya telah diganti dengan daging tikus! Ada juga yang menjual sirup yang terbuat dari air tanah yang tidak dimasak, bahkan tahu, ikan, dan bangkai ayam disegarkan dengan formalin, zat kimia yang selama ini digunakan untuk mengawetkan mayat.

    Mungkinkah berbagai malapetaka yang dihadapi negeri ini adalah bentuk murka YHWH ataukah kita memang sedang menciptakan kuburan massal di negeri ini? Apakah YHWH sedang menguji negeri ini ataukah kita sendiri yang sedang melakukan “bunuh diri” massal?

    Jika “tangan YHWH tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar” (Yes. 59:1), mengapakah derita bangsa ini seperti tak kunjung usai? [JRI]


    ke atas
    Masukkan Username/Email dan Password Anda
    untuk login ke situs ini

    Username/Email:

    Password:

    Daftar | Lupa password

    Shalom 38.107.191.100!

    Jika Anda merasa bahwa artikel ini penting untuk dibagikan ke teman Anda, silakan kirim ke teman Anda

    Atau beri nilai artikel ini:
    bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)
    Kategori Artikel: Tajuk
    Dimasukkan pada: 05 Feb 2006 oleh: oyr79
    Terakhir dimodifikasi pada: 05 Feb 2006

    Tanggapan Pembaca:

    Kirim Tanggapan

    Belum ada tanggapan...

    SILAKAN LOGIN UNTUK BISA MEMBERIKAN KOMENTAR


    << sebelumnya | berikutnya >>
    total: 0 data

     
    LOGIN: Username/Email: Password:
    Jika Anda memiliki masalah, silakan hubungi salah satu admin kami yang online:
    mi_anokhi Kirim pesan oyr79 Kirim pesan varry Kirim pesan